Oleh
I Made Rierlin
SMAN 1 Nusa Penida Bali
Mengajar di kawasan "pinggiran" banyak dihadang kendala sarana dan prasarana. K13 yang menuntuk penggunaan perangkat TIK menjadi beban tersendiri bagi guru di sekolah yang masih belum memiliki kelengkapan sarana belajar. Satu permasalah mendasar adalah aliran listrik. Di Nusa Penida, pulau bagian selatan kawasan Bali, untuk menikmati aliran listrik baru bisa menggunakan tenaga mesin diesel. Permasalahan pembelajaran berbasis TIK yang harus disokong keberadaan aliran listrik, adalah permasalahan mendasar di lingkungan sekolah-sekolah di Nusa Penida. Hal lain yang menjadi kendala adalah belum siapnya sarana kegiatan pembelajaran yang diperlukan, seperti LCD Projector, misalnya.
Ketika guru ingin membangun kondisi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, hal lain yang muncul sebagai kendala adalah sulitnya mendapatkan alat dan bahan pembelajaran. Alat dan bahan pembelajaran seni rupa, seperti cat air, cat minyak, kanvas, dan sejumlah bahan yang harus dibeli di toko-toko pusat kota, menjadi kendala utama bagi guru dan siswa. Jarak Nusa Penida dengan Denpasar, lumayan memerlukan waktu dan tenaga khusus.
Solusi yang paling mudah dilakukan dan dianggap cukup efektif adalah menyediakan bahan informasi pembelajaran, misalnya berupa gambar bahan belajar yang biasanya ditayangkan menggunakan LCD Projector, diganti dengan printout gambar yang bisa dipajang di papan tulis ketika pembelajaran berlangsung. Begitupun ketika kegiatan pembelajaran praktik berkarya harus dilaksanakan. Kendala alat dan bahan bisa diatasi dengan mengekplorasi lingkungan, memanfaatkan local genius milik masyarakat, dan mengolah bahan alam untuk mengganti bahan-bahan sintetis yang harus dibeli di kota.
(Diedit oleh admin tanpa mengubah inti tulisan)
GuruBermasalah
Minggu, 13 November 2016
Permasalahan dalam Proses pembelajaran Seni Tari
Oleh
I Made Yudana
SMP Sunari Loka Kuta
Pada proses memeragakan gerak tari tradisional elemen ruang, waktu, dan tenaga, peramasalahan yang kerap muncul adalah terkait dengan siswa (laki-laki) yang mulai malu-malu dalam melaksanakan gerak tari, juga dengan siswa yang kurang memiliki minat bidang tari. Yang menjadi masalah bagi mereka, juga siswa lainnya, adalah memeragakan gerak tari tradisional yang memiliki pakem tertentu. Intinya, banyak di antara siswa yang malas menghapal gerak berdasarkan pakem tersebut.
Hal lain yang muncul sebagai kendala pembelajaran adalah masalah kemampuan berkepresi dalam mengembangkan gerak tari untuk keperluan ekspresi diri. Tampaknya, banyak masalah terkait dengan siswa pemalu dan kurang minat.
Bagi guru, permasalahan tadi tak bias dibiarkan. Proses pembelajaran akan terus menerus bermasalah dengan penyebab yang sama. Oleh Karen itu, ada beberapa solusi yang pernah dilakukan dalam menangani permasalahan tadi.
Menayangkan video tari tradisional Nusantara di awal pembelajaran adalah salah satu bentuk pemberian motovasi kepada siswa agar mereka mengetahui lebih banyak kekayaan tari milik bangsa. Dengan cara tersebut, sejumlah anak yang bermasalah termotivasi untuk mulai lebih terbuka merespon materi pembelajaran yang disajikan. Solusi lainnya yang kerap menjadi jalan keluar dari permasalahan adalah melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Melalui cara ini, banyak siswa yang awalnya malu-malu dalam melakukan latihan gerak tari, menjadi lebih percaya diri untuk mulai mencoba belajar bersama teman-temannya. Begitupun terkait dengan permasalahan pengembangan ekspresi tari, melalui dua kegiatan tadi banyak siswa terbantu untuk melepaskan diri dari masalah yang dihadapinya.
(Diedit admin tanpa mengubah intisari tulisan)
I Made Yudana
SMP Sunari Loka Kuta
Pada proses memeragakan gerak tari tradisional elemen ruang, waktu, dan tenaga, peramasalahan yang kerap muncul adalah terkait dengan siswa (laki-laki) yang mulai malu-malu dalam melaksanakan gerak tari, juga dengan siswa yang kurang memiliki minat bidang tari. Yang menjadi masalah bagi mereka, juga siswa lainnya, adalah memeragakan gerak tari tradisional yang memiliki pakem tertentu. Intinya, banyak di antara siswa yang malas menghapal gerak berdasarkan pakem tersebut.
Hal lain yang muncul sebagai kendala pembelajaran adalah masalah kemampuan berkepresi dalam mengembangkan gerak tari untuk keperluan ekspresi diri. Tampaknya, banyak masalah terkait dengan siswa pemalu dan kurang minat.
Bagi guru, permasalahan tadi tak bias dibiarkan. Proses pembelajaran akan terus menerus bermasalah dengan penyebab yang sama. Oleh Karen itu, ada beberapa solusi yang pernah dilakukan dalam menangani permasalahan tadi.
Menayangkan video tari tradisional Nusantara di awal pembelajaran adalah salah satu bentuk pemberian motovasi kepada siswa agar mereka mengetahui lebih banyak kekayaan tari milik bangsa. Dengan cara tersebut, sejumlah anak yang bermasalah termotivasi untuk mulai lebih terbuka merespon materi pembelajaran yang disajikan. Solusi lainnya yang kerap menjadi jalan keluar dari permasalahan adalah melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Melalui cara ini, banyak siswa yang awalnya malu-malu dalam melakukan latihan gerak tari, menjadi lebih percaya diri untuk mulai mencoba belajar bersama teman-temannya. Begitupun terkait dengan permasalahan pengembangan ekspresi tari, melalui dua kegiatan tadi banyak siswa terbantu untuk melepaskan diri dari masalah yang dihadapinya.
(Diedit admin tanpa mengubah intisari tulisan)
Jumat, 11 November 2016
Masalah Bernyanyi pada Usia Anak SMP
oleh Lucianus Fatin
SMPK Don Bosko Atambua
Anak usia remaja, terutama anak laki-laki, biasa mengalami perubahan atau mutasi suara. Pada kondisi ini siswa menjadi bermasalah karena kualitas suaranya berubah tidak sebagus kondisi sebelumnya. Selain berubah kualitas suara, anak usia remaja ini banyak yang berubah menjadi pemalu. Dua kondisi tadi menyebabkan anak tidak nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran seni musik, terutama materi teknik vokal.
Jumlah anak remaja laki-laki yang bermasalah tidak banyak, tetapi tetap menjadi masalah dalam pembelajaran!
(Diedit admin tanpa mengubah isi dan maksud)
SMPK Don Bosko Atambua
Anak usia remaja, terutama anak laki-laki, biasa mengalami perubahan atau mutasi suara. Pada kondisi ini siswa menjadi bermasalah karena kualitas suaranya berubah tidak sebagus kondisi sebelumnya. Selain berubah kualitas suara, anak usia remaja ini banyak yang berubah menjadi pemalu. Dua kondisi tadi menyebabkan anak tidak nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran seni musik, terutama materi teknik vokal.
Jumlah anak remaja laki-laki yang bermasalah tidak banyak, tetapi tetap menjadi masalah dalam pembelajaran!
(Diedit admin tanpa mengubah isi dan maksud)
Guru Seni Budaya Mengeluh!
Oleh Jajang Suryana
Ternyata, banyak guru bekerja dengan keluhan. Sumber keluhan berasal dari banyak sisi. Sisi kondisi sekolah berupa kebijakan yang kurang mendukung pembelajaran, sisi materi ajar karena penugasan yang tidak sejalan dengan latar bidang studi, dan sisi kondisi siswa yang kurang merespon isi pembelajaran.
Menarik sekali ulasan sejumlah guru Seni Budaya dari Indonesia bagian Timur peserta PLPG Gelombang III tahun 2016, di Universitas Pendidikan Ganesha. Dalam webblog ini catatan tentang keluhan-keluhan tersebut semoga menjadi bahan penyadaran bagi guru Seni Budaya lainnya, atau sekadar pengingat, inspirasi, catatan, bias juga sejenis romantika guru-guru masa kini.
Dalam webblog ini, juga ada sejumlah bincangan tentang materi ajar alternatif yang --mudah-mudahan-- bermanfaat.
Ternyata, banyak guru bekerja dengan keluhan. Sumber keluhan berasal dari banyak sisi. Sisi kondisi sekolah berupa kebijakan yang kurang mendukung pembelajaran, sisi materi ajar karena penugasan yang tidak sejalan dengan latar bidang studi, dan sisi kondisi siswa yang kurang merespon isi pembelajaran.
Menarik sekali ulasan sejumlah guru Seni Budaya dari Indonesia bagian Timur peserta PLPG Gelombang III tahun 2016, di Universitas Pendidikan Ganesha. Dalam webblog ini catatan tentang keluhan-keluhan tersebut semoga menjadi bahan penyadaran bagi guru Seni Budaya lainnya, atau sekadar pengingat, inspirasi, catatan, bias juga sejenis romantika guru-guru masa kini.
Dalam webblog ini, juga ada sejumlah bincangan tentang materi ajar alternatif yang --mudah-mudahan-- bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)