Oleh
I Made Yudana
SMP Sunari Loka Kuta
Pada proses memeragakan gerak tari tradisional elemen ruang, waktu, dan tenaga, peramasalahan yang kerap muncul adalah terkait dengan siswa (laki-laki) yang mulai malu-malu dalam melaksanakan gerak tari, juga dengan siswa yang kurang memiliki minat bidang tari. Yang menjadi masalah bagi mereka, juga siswa lainnya, adalah memeragakan gerak tari tradisional yang memiliki pakem tertentu. Intinya, banyak di antara siswa yang malas menghapal gerak berdasarkan pakem tersebut.
Hal lain yang muncul sebagai kendala pembelajaran adalah masalah kemampuan berkepresi dalam mengembangkan gerak tari untuk keperluan ekspresi diri. Tampaknya, banyak masalah terkait dengan siswa pemalu dan kurang minat.
Bagi guru, permasalahan tadi tak bias dibiarkan. Proses pembelajaran akan terus menerus bermasalah dengan penyebab yang sama. Oleh Karen itu, ada beberapa solusi yang pernah dilakukan dalam menangani permasalahan tadi.
Menayangkan video tari tradisional Nusantara di awal pembelajaran adalah salah satu bentuk pemberian motovasi kepada siswa agar mereka mengetahui lebih banyak kekayaan tari milik bangsa. Dengan cara tersebut, sejumlah anak yang bermasalah termotivasi untuk mulai lebih terbuka merespon materi pembelajaran yang disajikan. Solusi lainnya yang kerap menjadi jalan keluar dari permasalahan adalah melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Melalui cara ini, banyak siswa yang awalnya malu-malu dalam melakukan latihan gerak tari, menjadi lebih percaya diri untuk mulai mencoba belajar bersama teman-temannya. Begitupun terkait dengan permasalahan pengembangan ekspresi tari, melalui dua kegiatan tadi banyak siswa terbantu untuk melepaskan diri dari masalah yang dihadapinya.
(Diedit admin tanpa mengubah intisari tulisan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar